BERKENALAN DENGAN DADIYONO

DADIYONO, (lahir 08 Agustus 1976) adalah seorang pengusaha FnB di wilayah Jakarta. Dadiyono merupakan Founder & Owner Restoran ayam Bakar Kambal yang saat ini memiliki 8 cabang restoran di Jakarta dan 1 Cabang di Kebumen. Saat ini ia juga menjabat sebagai ketua harian organisasi Induk Warga Asli Kebumen Walet Mas (IWAK WALET MAS) periode 2021-2026. Pada Tahun 2020, ia juga merintis organisasi NRK (Nyong Rika Kebumen) yang saat ini Fokus pada penggalangan dana untuk santunan yatim dan bantuan ke  pondok pesantren yang ada di sekitar kebumen.

KEHIDUPAN AWAL

Dadiyono lahir dari keluarga petani di Pedukuhan Kauman, Desa Ambarwinangun, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen. Ayahnya bernama Mujiono dan ibunya bernama Isroniah. Ia merupakan anak pertama dari dua bersaudara, adik satu satunya bernama Aminah. Masa kecilnya sebagai anak petani ia habiskan dengan bermain dan membatu orang tua untuk mengelola sawahnya.

Sebagai anak petani yang tinggal di desa, ia mendapat didikan dan kerja keras seorang petani. Semasa SMP, ia membantu ayahnya untuk mengurus sawahnya, selain itu juga ia mencari sekedar buat tambahan uang jajan dengan berkerja ke orang lain. Dadiyono memulai menyalurkan bakatnya sebagai pengusaha dengan berjualan es lilin keliling pada saat SMP sampai kelas 1 SMA. Selama perjalanan dari rumah ke sekolah ia menjajakan es lilin berkeliling ke kampung kampung.

KARIR

Setelah lulus SMA ia langsung merantau ke Jakarta, niat awal merantau ke Jakarta adalah untuk mencari sekolah lanjutan. Ia mendaftar ke sekolah kedinasan BIN, namun ia harus gagal pada tahap akhir yaitu tes Kesehatan karena ada kekurangan pada matanya. Meskipun gagal, ia bertekad untuk mencoba lagi pada tahun berikutnya. Namun pada kenyataanya cita citanya untuk merubah kondisi ekonomi keluarga dengan bersekolah lebih tinggi harus dipendam dalam dalam karena pada saat itu ia harus membiyayai sekolah adiknya yang mulai masuk ke SMA. Sebenarnya ia sudah diterima di Universitas Negeri Surakarta, namun karena terkendala ekonomi dan tidak mendapatkan restu dari orang tua akhirnya ia memutuskan untuk mengundurkan diri.

Tak putus harapan dan usaha, ia tetap bertekad untuk merubah kondisi ekonomi dari jalan yang lain. Memulai karir dengan menjadi tukang cuci piring di Perusahaan fastfood, malamnya narik angkot sampai pagi. Kondisi tersebut berjalan selama 5 tahun sampai akhirnya pada tahun 2001 memberanikan diri untuk memulai berwirausaha kaki lima dengan membuka lesehan tenda di teras pasar Santa. Berbekal pengalaman bekerja di Perusahaan fastfood racikan bumbu masakan bisa diterima oleh Masyarakat. Pada saat itu ia berinisiatif untuk memberikan layanan delivery order dengan menggunakan sistem SMS.

Ayam bakar kambal mulai terkenal di Masyarakat dan menjadi destinasi wisata kuliner malam di emperan pasar Santa, karena animo Masyarakat yang begitu besar pengunjung yang tidak kebagian tempat duduk rela harus menggelar tikar di trotoar hanya untuk menikmati hidangan dari ayam bakar kambal. Namun hal tersebut tidak berselang lama, ada kebijakan dari pemerintah untuk merenovasi pasar Santa yang memaksa ia harus menutup warung lesehanya sementara waktu atau berpindah mencari ke tempat lain. Ujian memang selalu ada, Meskipun sempat merasa patah semangat namun ia tetap memiliki tekad yang kuat dan selalu totalitas untuk membesarkan usaha restoranya. Akhirnya ia memutuskan untuk menyewa sebuah ruko yang tidak jauh dari pasar santa dengan sistem kerja sama bagi hasil dengan pemilik ruko.

Disinilah titik balik kehidupan karir dan usaha restoran ayam bakar kambal. Cita rasa yang begitu kuat dan layanan yang totalitas menjadikan pelanggan selalu loyal dan setia terhadap ayam bakar kambal.

Etos kerja dan totalitasnya dalam bekerja menjadikanya sosok yang sukses mendirikan restoran ayam bakar kambal. Tak hanya itu, ia juga memiliki pekerjaan sampingan sebagai kontraktor Pembangunan. Semangat dan totalitasnya dalam bekerja mengantarkan ia pada kesuksesan dengan background ekonomi dan Pendidikan yang tidak begitu mentereng.

KEORGANISASIAN DAN POLITIK

Dadiyono adalah sosok orang yang mudah bergaul dengan siapa saja, tidak pernah memandang darimana latar belakang orang tersebut ia selalu welcome dan menganggap semuanyaa sama. Ia ikut aktif dalam organiasi perantau asal kebumen, selain menjadi ketua harian IWAKK Walet MAS ia juga menjadi pembina di beberapa organisasi perantau asal Kebumen.

Pengaruh dari lingkungan organisasi dengan beragam latar belakang mulai dari pegiat UMKM, Politisi, dan Pegiat Seni menjadikan ia memantapkan diri untuk berkecimpung di dunia politik. Padahal sebelumnya ia bukanlah orang yang tertarik terhadap politik.

Karena pengaruh dan dorongan teman temannya itulah ia memutuskan untuk mencalonkan diri menjadi Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta di Dapil 7 tempat ia tinggal. Sebelumnya ia tidak pernah berkecimpung di dunia politik dan tidak menjadi bagian dari partai politik. Proses pendaftaran menjadi calon anggota DPRD pun terkesan singkat dan spontan, karena pada dasarnya beliau mencalonkan diri menjadi anggota DPRD bukan karena niat pribadi, namun karena niat bersama dalam mengakomodasi aspirasi dari lingkungannya.